Senin, 21 Februari 2011

Orang Indonesia Asli.. Sebuah Hikmah

Beberapa waktu lalu saya makan di warung di kawasan Blimbingsari sambil mengenang masa lampau... dan terdengar percakapan dua mahasiswa:

"Gw pengin segera lulus dan pingin segera keluar dari Indonesia, mencari kerja di LN jadi WN sana.. Keren dah kalau bisa tinggal di Amrik atau Eropa...".

Satunya menimpali:"Kalau gw harus terlahir lagi, kaga mo lahir di Indonesia, senajis itu ya kita lahir di negaranya Nurdin Halid, Gayus, SBY, ......" dan disebut segudang nama lagi, bahkan sampai menyebut para mahasiswa jaman reformasi..

"Ya berarti lo seperti itu"

"Hahaha, ya lo itu najis"

Sambil makan mereka terlibat dalam perbincangan yang sesekali mereka tertawa terbahak-bahak. Cuwek saja saya. Cuma saya agak risih dengan penggunaan kata-kata bahasa Arab yang diadopsi menjadi bahasa alay : 'najis'

"Udah orang-orangnya goblog, pemerintahnya juga nggoblokin, isinya cuma orang yang terpaksa lahir disini.."

"Elo ngapain juga lahir disini"

"Jangan salah, gw tuh ada keturunan luar.. waktu mereka tamasya kebrojolan disini.. apesnya keluarga gw juga.. ntar juga balik ke tempat nenek moyang gw .. Gw pernah kok ke Aussie negara tempat nenek dari nyokap..waktu gw masih kecil sih.."


Ternyata yang mendengarkan mereka tidak hanya saya. Ada beberapa orang, diantaranya adalah dua orang Indonesia Timur yang sambil melirik ke dua mahasiswa itu, sambil menatap agak gusar.. Mereka sepertinya dari Papua kalau tidak Ambon.

Salah satunya berdiri dan berbicara dengan logat keras Indonesia Timur:"Mas-mas ini kuliah dimana? Di UGM kah? Mengapa bicara seperti itu? Jika tidak ingin di Indonesia, kami lebih pantas untuk lepas dari Indonesia! Tapi kami tetap belajar di Jogja supaya tetap berIndonesia.. Kami dikirim ke sini buat pulang besok bangun kami punya daerah"

Tiba-tiba saja dua mahasiswa tadi diam terpaku, tak berani menjawab.

Si orang Indonesia Timur melanjutkan bicara:"Jika mas-mas bukan orang Indonesia, ya jangan jelekkan kami disini. Kami orang Indonesia, lahir di Indonesia. Kenapa juga mas ini milih sekolah di sini? Kalau mas bicara seperti itu, kami orang Indonesia jelas tersinggung. Kalau kami selesai kuliah, kami tidak mau ke luar negeri, kami ingin bangun Indonesia lebih baik. Kalau mas tadi bilang jika ingin terlahir kembali... Jika semua ingin terlahir kembali, kami tetap ingin terlahir kembali di Indonesia, dan orang-orang macam mas-mas ini tidak lahir di Indonesia, kami juga berharap orang kayak Nurdin itu juga tidak lahir di Indonesia"

Si orang Indonesia timur itu tetap menyerocos. Sewarung berdiam mendengarkan orang yang sedang emosi tersebut. Terlihat sekali wajahnya marah. Tiba-tiba seorang bapak kira-kira menurut saya adalah mahasiswa tugas belajar, bertepuk tangan dan sambil menarik orang Indonesia Timur itu ke belakang dan kembali makan, sambil berkata:"Biasa, mahasiswa baru itu sok-sokan".

Dalam beberapa saat, dua cowok itu berpandangan dan berbisikan sebentar, akhirnya membayar dan keluar warung. Setelah mereka keluar, terjadi pembicaraan antara orang-orang yang masih tertinggal di warung:"Orang mana mereka? Telinga saya gatal sekali dengar percakapan mereka.. Sok-sokan, bangga bisa keluar negeri, sama negeri sendiri tidak bangga"



Salut besar untuk teman kita dari Indonesia Timur itu, mampu mengingatkan langsung di tempat umum, dan membuat lawan bicara langsung mati kutu (semoga juga sadar)... Tiba-tiba saya berpikir dan teringat kata-kata seorang pejabat pemerintah daerah Kabupaten Asmat dimana saya pernah mengerjakan sebuah Project.. "Di Asmat, tidak ada orang yang tidak bisa berbahasa Indonesia.. Semua orang bisa..
Ketika mereka berjalan di jalan.. dan melihat upacara pengibaran bendera, saat bendera dikibarkan, orang di jalan akan berhenti dan ikut hormat pada bendera merah putih.. Apakah itu tidak cukup untuk menunjukkan bahwa mereka adalah ORANG INDONESIA ASLI?"


Semoga kisah ini membuat kita sadar berindonesia dan makin mencintai INDONESIA



bimosaurus
orang Indonesia ASLI

Minggu, 20 Februari 2011

Kena Tilangan

Barang siapa mau lewat Salaman.. Lengkapi surat dan segala device kendaraan anda... Ada tilangan di pertigaan salaman dan mereka mentargetkan 4000 pelanggar hingga tanggal 24 Februari.. Titip disana 55 ribu, kalau sidang (kebetulan saya kena masalah lampu) 35 ribu pada tanggal 3 Maret. Surat tilang biru belum tersedia.. Dan siapa yang merasa cantik, tidak perlu merayu-rayu pak Polisinya, karena mereka butuh uang bukan butuh rayuan.. Ada mbak-mbak cantik tetep kena meskipun sudah cukup lama merayu-rayu sampai ngaku belum nikah segala..

SELAMAT JALAN

Kamis, 17 Februari 2011

Nginguk eMPi ing dino Jumat

Salam sejahtera seluruhnya..

Kemarin saya baru saja mencanangkan gerakan libur dari segala situs yang berbau perkawanan sosial. Namun tiba-tiba hari ini saya merasa rindu pada menuliskan di Compose Blog Entry nya Multiply, beserta kawan-kawan yang aneh, mulai dari yang bengal sampai sok alim. Ya sementara saya kembali dari liburan saya terhadap Multiply. Apakah ini ya ciri-ciri masyarakan modern jaman sekarang yang bakal marah-marah dan keruh pikiran jika tidak menuliskan sesuatu di situs perkawanan sosial hahaha...Cukup banyak momen yang tidak saya gosipkan di MP ini mulai dari FPI ra nggenah sampai Nurdin Halid mati (eh udah mati belum ya). Luweh..
Yang penting jayalah MP dan selamat berhari Jumat..




Nunut ngiklan:

Dibutuhkan
Seorang web developer, menguasai PHP, MySQL, JavaScript, CSS. Boleh masih mahasiswa, bisa part time, tinggal di Jogja.
Barang siapa berminat hubungi saya pada 02746556922



Senin, 07 Februari 2011

Penganggu Tidurku:Kekerasan dan Ketidak Adilan

Hibernation of My Multiply is ON

Sehubungan dengan banyaknya 'utang' dan tanggung jawab saya yang keteteran akibat beberapa kejadian yang tidak mendukung beberapa saat, maka saya memutuskan HIBERNATE sementara dari MP.. meski tetap membaca PM ataupun berkomentar di MP rekan-rekan.. Karena kadang nggak enak juga bisa posting, setelah dikomentar tidak bisa mereply.. hahaha..
Daripada berhitam-hitam seperti kemarin memang lebih baik saya pamit tidur dari MP sebentar


Hibernate akan saya lakukan hingga seluruh tanggung jawab saya terselesaikan..

Terimakasih buat teman-teman semua.. Mohon doa restu

Rabu, 02 Februari 2011

Mimpi Tokoh atau Orang yang telah wafat

Sering di datangi mimpi orang yang telah meninggal? Seperti kakek, nenek, atau siapapun? Berikut, dalam salah satu hadits seperti demikian:"Orang yang telah wafat tidak mungkin datang pada yang masih hidup, kecuali dalam bentuk mimpi" Riwayatnya saya lupa, akan saya carikan kembali.
Saya pun termasuk orang yang sering didatangi orang-orang yang telah meninggal dalam mimpi saya, mulai dari teman, kakek, kerabat, tetangga, hingga negarawan. Beberapa mimpi yang berkesan itu adalah:
  1. Saya didatangi mantan teman kost yang telah meninggal. Semasa hidupnya dia sangat baik, bernama Aji Ratno. Tekun ibadahnya, juga belajarnya. Naik gunung bersama, susur pantai, sering bersamanya. Dia berasal dari Bandung, dan meninggal justru menjelang wisudanya dari Teknik Geodesi UGM. Dalam mimpi, saya dan dia seakan sedang bermain di perbukitan, dan dia kelelahan, mengatakan seperti ini:"kalian kok takut padaku? aku khan temanmu?.. Eh ada air nggak, haus nih". Kuberikan teko air putih, dan dia tanya lagi:"Lho kok kotor" sambil lihat sedikit debu di atas air.. Saat terbangun itulah saya merasa harus mendoakan dia..
  2. Saya bermimpi tentang ruangan besar yang di ujungnya terdapat tempat tidur berkelambu. Ketika saya membuka kelambu, mendadak seorang kerabat yang telah meninggal, telanjang bulat, tiba-tiba bangkit. Ketika saya memohon lndungan Tuhan dengan ta'awudz, dia melanjutkan Al Ikhlas hingga selesai, dan dia terbaring lagi. Ya, dia meninggal dalam keadaan yang tidak baik, alias memang berusaha mati daripada malu di dunia.
  3. Saya bermimpi tentang Uwais Al Qarny. Orang ini adalah petani pernah disitir Rasul dalam sebuah hadits, yaitu orang yang tidak dikenal di dunia semasa hidupnya, tapi dikenal di kampung akhirat. Dia begitu dikenal karena, dia pernah menggendong ibunya ketika masa hijrah nabi, dari Makkah hingga Madinah.
  4. Saya bermimpi Gusdur. Dia tidak berkata apa-apa selain:"Bagus".. Ya Gusdur memang tidak suka repot-repot
Itulah beberapa mimpi yang berkesan disamping mimpi-mimpi orang meninggal lainnya. Dari kerabat yang pernah momong bapak ibu saya, hingga kakek nenek dari istri yang saya belum pernah ketemu, sampai panutan keluarga Panjalu.. Pernah hampir saja saya mimpi bertemu Nabi Muhammad, namun sayang sekali, gagal karena saya tidak bisa masuk ke sebuah jalan.. Ya mungkin memang saya masih kotor..

Mimpi baik memang disarankan untuk diceritakan, agar bisa menjadi sugesti baik yang akan membaikkan mod. Sedangkan mimpi buruk memang tidak disarankan untuk diceritakan, karena akan membawa sugesti negatif, yang akan membawa mod buruk juga. Nah pertanyaannya.. Semalam saya mimpi Nurdin Halid, tapi kayaknya dia sudah bukan ketum PSSI lagi.. mimpi baik ya? Hahahaha