Rabu, 01 Agustus 2012

Urun Gambar : Melepas Rindu Selo





Pasca sowan dari rekan-rekan begawan www.bengawan.org di daerah Solo 31 Juli 2012, saya memutuskan pulang lewat Selo, tembus Blabak Magelang via Boyolali Cepogo..

Masih beraura seperti dulu meski banyak berubah.. Merapi memang mempesona. Merapi adalah gunung pelarian jika saya sedang mumet. Pendakian paling aman ya lewat Selo, disamping kadang kalau lebih mumet lagi, dicoba lewat Bebeng/Kinahrejo tempat mbah Marijan.

Hampir seluruh pendakian Merapi saya ingat hingga ke tanggal-tanggalnya. Terutama pendakian menjelang erupsi 1998, dan erupsi 2001 dimana tanpa rencana seorang yang sedang patah hati ditolak cintanya memilih jalan tersesat di Merapi.

Untuk Selo, saya masih merindukan tempat ini. Setidaknya untuk thongkrong-thongkrong dan kelak membawa keluarga bermain-main ke sini, entah ke Merbabu atau ke Merapi.. Sukur kalau ada yang memperbolehkan mendaki kekekekek...

Captcha yang kejam dan yang ramah

Googling-googling captcha, dapat yang bagus:



Diar cocote!!!


dan satu lagi


Sabtu, 28 Juli 2012

Si Licin Berbahaya dalam Perjuangan

Kasus Hari Suwandi yang sangat memukul hati korban lumpur Lapindo lainnya memang ternyata sudah banyak terjadi dalam kehidupan ini. Berbagai macam cerita seperti jaman Rasulullah, juga ada. Dalam cerita dari kitab teman-teman umat kristiani juga ada manusia semacam Judas Iscariot yang menjadi pengkhianat yang mengambil keuntungan sendiri dari sebuah perjuangan rekan-rekannya.
Kisah perjuangan bangsa ini juga ada terlibat kisah-kisah pengkhianatan. Perjalanan pasca kemerdekaan pun banyak orang yang mengatasnamakan rakyat dalam orasi-orasi semasa dia masih jadi aktivis, dan lupa ketika dia telah dapat memiliki wewenang. Banyak istilah untuk orang yang berkhianat. Seperti menikam dari belakang, musang berbulu ayam, serigala berbulu domba, atau lainnya.

Kisah pengkhianatan juga menarik dan sangat menjual jika dibuat sebuah skenario sinema. Kisah William Wallace dalam film Braveheart telah dimodifikasi sedemikian sehingga berbau pengkhianatan Robert The Bruce dan atau keluarganya, terhadap pejuang William Wallace. Film ini bisa mengiris hati, meskipun kenyataannya dalam sejarah, mereka hidup pada masa yang berbeda. Cerita Siti Nurbaya, Samsul Bahri adalah tokoh yang bekerja sebagai tentara dari kolonial, bisa jadi dikatakan sebagai pengkhianat, tapi juga pahlawan, tergantung sisi pandangnya. Pengkhianatan dalam percintaan juga menarik untuk diambil sebagai cerita, dimana saja.

Tetapi pengkhianatan juga dipandang dari sisi relatif juga. Hari Suwandi, adalah pahlawan bagi Bakrie. Salman Al Farisi, adalah pejuang Muslim yang terkenal. Namun dia juga diwarnai dengan pembelotan terhadap kaum lamanya yang belum mengetahui kemuslimannya. Dari sisi yang terbela dia dianggap sebagai pahlawan dan ahli siasat. Namun dari sisi yang dilawannya tentu berbeda. Dia dianggap sebagai pengkhianat. Banyak kasus dalam perjuangan bangsa, bagaimana keterlibatan Douwes Dekker, bagaimana juga si penyusup Snouck Horgronye, dan lain sebagainya. Robert The Bruce dan keluarga adalah pahlawan bagi Longhanks. Bisa jadi juga seseorang pengkhianat adalah pahlawan bagi keluarganya.

Untuk kita, semua tentu dapat melihat dan merasa apa yang telah kita lakukan, semua dapat dikembalikan kepada hati nurani. Hati nurani adalah hati yang paling jernih, sebenarnya tidak bisa berbohong. Hati nurani masing-masing akan sempat mengatakan bahwa ini salah tapi menguntungkan, atau ini benar tapi sama sekali tidak menguntungkan. Namun hati nurani yang dibiasakan dalam kondisi berkhianat akan tidak dapat kembali menakar mana yang perbuatan yang baik atau bukan.